Wednesday, December 30, 2015

Cara membedakan sata1, sata2, dan sata3 bonus info SSD

Cara membedakan sata1, sata2, dan sata3
sata III. sata II sata I konektor sama semua
karena spec sata harus backward kompatibel
bedanya sata 3, 2, 1 al dispec througput alias bandwidth yg bisa lewat
sata 3 bisa sampe 6 Gbps
sata 2 ....3 Gbps
sata 1 ......1.5 Gbps
tapi HD mekanis yg ada sekarang cuma mampu dibawah 1.5 GBps alias specnya sata 1
dan ada yg sdah mencoba hdd sata 3 diuji pake hd tune
performanya ngak beda2 dgn hdd sata 2
yg kelihatannya beda cuma di burst speednya saja ... sedikit lebih besar
jadi apa gunanya sata 3? atau sata 2?
gunanya buat SSD (solid state device) yg througputnya besar
SSD untuk saat ini harganya masih selisih jauh dengan HDD, ya ada harga tentu ada rupa. Ketika menggunakan SSD untuk instal OS, waktu booting jadi sangat cepat gak nyampe 10 detik.

calon pengganti HD mekanis tersebut harga msih mahal banget
kapasitas 128 Gb Harga mirip dengan harga hdd kapasitas 2Tb
dan Teknologi ini masih sepenuhnya dalam pengembangan, namun semua produsen memori juga sudah merealease beberapa kapasitas dari merek V-GEN, ADATA, SAMSUNG, SANDISK, HITACHI dan sebagainya.
Buat sekedar info ya SSD tanpa cashing itu bentuknya lebih mirip kayak RAM, denga chip yang agak gedean, model tanpa cashing sering dipake buat Laptop keluaran Aple juga laptop yang tipis tipis.

Tuesday, December 29, 2015

Berbagai macam Jaringan Komputer (PAN, LAN, MAN serta WAN)

 Jaringan Komputer secara umum adalah hubungan antara dua atau lebih sistem komputer melalui media komunikasi untuk melakukan komunikasi data satu dengan yang lainnyajadi Intinya setiap komputer dapat saling berkomunikasi.

Nah dalam jaringan komputer memiliki beberapa jenis. Dari jaringan yang sederhana sampai jaringan yang mencakup secara luas. Silahkan simak berikut ini. Jenis-jenis Jaringan Komputer:

1. PAN (Personal Area Network)
PAN adalah singkatan dari personal area network. Jenis jaringan komputer PAN adalah hubungan antara dua atau lebih sistem komputer yang berjarak tidak terlalu jauh. Biasanya Jenis jaringan yang satu ini hanya berjarak 4 sampai 6 meter saja. Jenis jaringan ini sangat sering kita gunakan. contohnya menghubungkan hp dengan komputer.

2. LAN (Lokal Area Network)
LAN adalah singkatan dari lokal area network. Jenis jaringan LAN ini sangat sering kita temui di warnet-warnet, kampus, sekolah ataupun perkantoran yang membutuhkan hubungan atau koneksi antara dua komputer atau lebih dalam suatu ruangan.

3. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN singkatan dari metropolitan area network. Jenis jaringan komputer MAN ini adalah suatu jaringan komputer dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan suatu lokasi seperti sekolah, kampus, perkantoran dan pemerintahan. Sebenarnya jaringan MAN ini adalah gabungan dari beberapa jaringan LAN. Jangkauan dari jaringan MAN ini bisa mencapai 10 - 50 kilometer.

4. WAN (Wide Area Network)
WAN singkatan dari wide area network. WAN adalah jenis jaringan komputer yang mencakup area yang cukup besar. contohnya adalah jaringan yang menghubungkan suatu wilayah atau suatu negara dengan negara lainnya.

Seluk beluk CMOS [Pengertian, Fungsi, dan cara me - Clear CMOS]

 CMOS (cmplementary metal oxide semiconductor) adalah jenis teknologi sirkuit terpadu. Istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada sebuah chip bertenaga baterai yang ditemukan di banyak komputer pribadi yang menyimpan beberapa informasi dasar, termasuk tanggal dan waktu dan pengaturan sistem konfigurasi, yang dibutuhkan oleh sistem input/output dasar (BIOS) untuk mengawali komputer
 FUNGSI CMOS, 
Bateray atau CMOS berfungsi untuk mengatur waktu yang ada di sebuah PC bateray bertegangan dari 4,5 sampai 6 volt ini memberi tegangan untuk chip CMOS dan chip real timeclock computer non aktif.  Komputer 286/486 memiliki bateray semacam ini yang terpasang langsung ke mainboard. Computer PC yang lebih tua (yang memakai chip mikroprossesor 8006 atau 8008) tidak memiliki fungsi clock pada motherboardnya. Jika ada sebuah Ekspansion card yang memiliki fungsi clock yang dipasang pada computer PC/XT, bateray clock terletak pada ekspansion card tersebut. Diagnosa awal apabila CMOS yang error adalah sebagai berikut :
Muncul pesan pada layar monitor bahwa ada permasalahan pada CMOS ketika menghidupkan computer kita diperingatkan agar menekan tombol F2 yang menenjukan bahwa bateray CMOS sudah lemah sehingga perlu diganti.Tidak ada tampilan dilayar monitor.
Untuk mengatasi hal diatas kita dapat malakukan perbaikan awal dengan mengganti CMOS yang baru, dan apabila pesan tersebut masih muncul kemungkinan trouble terletak pada chip CMOS yang kurang benar , cobalah untuk memeriksanya kemba
Seperti kita ketahui CMOS merupakan memory tempat menyimpan data hardware atau komponen komputer yang terpasang di dalamnya, bila CMOS tidak bekerja dengan normal maka pengoperasian komputer akan mengalami gangguan.
Hal-hal yang membuat CMOS tidak bekerja dengan normal antaralain di sebabkan :
Kemungkinan baterai CMOS telah lemah, sehingga tidak dapat lagi mensupord daya pada CMOS pada saat komputer mati.Kebiasaan pemakaian peralatan seperti USB Flash Disk, External Hardisk yang langsung di cabut tanpa Safely Remove Hardware, mengakibatkan software yang terpasang dan di data oleh CMOS akan tersimpan dan pada saat komputer di hidupkan lagi CMOS tidak menemukan data Hardware tersebut.Kemungkinan akibat serangan virus yang menyerang regystry windwos yang berhubungan dengan CMOS sehingga antara CMOS dan windows tidak sinkron.Akibat terlalu seringnya komputer di matikan tanpa Shutdown, yang mengakibatkan system tidak menyimpan setting CMOS, dan CMOS siap untuk menyimpan setting komponen karena dimatiin mendadak.Bila CMOS terganggu maka pemakaian komputer tidak stabil, walaupun seluruh komponen komputer tidak rusak.
Untuk mengatasi hal tersebut anda harus melakukan perbaikan CMOS dengan cara membuang semua memory yang tersetting pada CMOS. Caranya  mengatasinya adalah:
Pastikan PC (Komputer) anda sudah tidak terhubung ke jaringan listrik.Buka casing PC anda.Setelah casing PC di buka lihat pada mother board anda Soket Jumper dengan tulisan CLR CMOS (Seperti terlihat pada gambar diatas, biasanya jumper setting tersebut dekat baterai CMOS)Pin 1 dan pin 2 bila di jumper berarti posisi Normal. cabut jumper dan pindahkan untuk menjumper antara pin 2 dan pin 3.Setelah anda jumper pin 2 dan pin 3, hidupkan PC, dan biarkan selama setengah menit – satu menit, kemuidian matikan kembali.Setelah PC mati, kembalikan lagi posisi Jumper Setting keposisi jumper pin 1 dan 2.Hidupkan PC, maka PC akan meminta anda untuk mensetting Bios, tekan F1 atau Del (Tergantung perintah dari jenis Motherboardnya).Pilih setting Bios ke Optimise Default system Bios. kemudian tekan F10 untuk menyimpan ke memory Bios serta keluar.PC akan Restart kembal dan Bekerja secara normal.Bila PC telah bekerja dengan normal, Shutdown kembali PC, dan tutup casing PC.

Seluk beluk HARD DISK (Penjelasan, Fungsi, Bagian, dan Jenis)


Hard disk adalah media penyimpanan data permanen, jadi data tidak hilang meskipun listrik sudah dimatikan. Harddisk berisi cakram magnetik yang mampu menyimpan data. Ukuran harddisk dinyatakan dalam Byte (B), contoh: 160GB (160 milyar byte).
Prinsip Kerja Harddisk
Spindle memiliki sebuah penggerak yang disebut spindle motor, yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk dalam kecepatan tinggi. Perputaran ini diukur dalam satuan rotation per minute (RPM). Makin cepat putaran tiap menitnya, makin bagus kualitas harddisk tersebut. Ukuran yang lazim kita dengar adalah 5400, 7200, atau 10.000RPM.
Sebuah peranti baca-tulis elektromagnetik yang disebut dengan heads ditempatkan pada kedua permukaan pelat. Heads berukuran kecil ini ditempatkan pada sebuah slider, sehingga heads bisa membaca data/informasi yang tersimpan pada pelat dan merekam informasi ke dalam pelat tersebut.
Slider ini dihubungkan dengan sebuah lengan yang disebut actuator arms. Actuator arms ini sendiri dipasang mati pada poros actuator, di mana seluruh mekanisme gerakan dari actuator ini dikendalikan oleh sebuah papan pengendali (logic board) yang mengomunikasikan setiap pertukaran informasi dengan komponen komputer yang lainnya. Antara actuator dengan karena keduanya dihubungkan dengan sebuah kabel pita tipis. Kabel inilah yang menjadi jalan instruksi dari dan ke dalam pelat harddisk.
Jumlah pelat masing-masing harddisk berbeda-beda, tergantung dari ukuran/daya tampung masing-masing pelat dan ukuran harddisk secara keseluruhan.
Sebuah pelat harddisk pada umumnya memiliki daya tampung antara 10 atau 20gigabyte (GB). Sebuah harddisk yang berkapasitas total 40GB berarti memiliki 2 pelat, sedangkan bila berukuran 30GB, ia memiliki dua buah pelat berukuran 10 dan 20GB atau tiga buah pelat berukuran 10GB. Masing-masing pelat harddisk mampu menangani/menampung puluhan juta bit data. Data-data ini dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang lebih besar, sehingga memungkinkan pengaksesan informasi yang lebih cepat dan mudah.
Masing-masing pelat memiliki dua buah head, satu berada di atas permukaan pelat, satunya lagi ada di bawah head. Dari sini ketahuan bahwa harddisk yang memiliki tiga buah pelat misalnya (rata-rata sebuah harddisk memang terdiri atas tiga pelat) memiliki total enam permukaan dan enam head. 
Masing-masing pelat memiliki kemampuan merekam dan menyimpan informasi dalam suatu lingkaran konsentris yang disebut track (bayangkan track ini seperti lintasan dalam suatu arena perlombaan atletik). 
Masing-masing track terbagi lagi dalam bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut sektor (sector). Nah, setiap sektor dalam tracktrack harddisk ini mampu menampung informasi sebesar 512 bytes. 
Sektor-sektor dalam sebuah harddisk ini tidak dikelompokkan secara mandiri tetapi dikelompokkan lagi dalam sebuah gugusan yang lebih besar yang disebut cluster. Apa fungsi peng-cluster-an ini? Tak lain adalah untuk membuat mekanisme penulisan dan penyimpanan data menjadi lebih sederhana, lebih efisien, tidak berisiko salah, dan dengan demikian memperpanjang umur harddisk. 
Sekarang kita ambil contoh ketika kita tengah menjalankan sebuah program spreadsheet pada komputer kita. Ketika kita memasukkan data ke dalam program spreadsheet, di sana terjadi ribuan atau bahkan jutaan pengaksesan disk secara individual. Dengan demikian, memasukkan data berukuran 20megabyte (MB) ke dalam sektor-sektor berukuran 512 byte jelas akan memakan waktu dan menjadi tidak efisien.
Untuk mengefisienkan pekerjaannya, maka inilah yang dilakukan berbagai komponen dalam PC secara bahu-membahu. 
Fungsi Hardisk
Harddisk merupakan ruang simpan utama dalam sebuah computer. Di situlah seluruh sistem operasi dan mekanisme kerja kantor dijalankan, setiap data dan informasi disimpan.
Dalam sebongkah harddisk, terdapat berbagai macam ruangruang kecil (direktori, folder, subdirektori, subfolder), yang masing-masing dikelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Di situlah data-data diletakkan.
Ruang kecil dalam harddisk bekerja dalam logika saling tergantung (interdependent). Data/informasi dalam satu ruang kadangkala diperlukan untuk menggerakkan data/ informasi yang berada di ruang lain. Ada ruang di mana data di dalamnya tidak boleh diutak-atik atau dipindahkan ke tempat lain, ada ruang di mana kita bisa membuang dan menaruh data secara bergantian sesuai kebutuhan.
Harddisk terdiri atas beberapa komponen penting. Komponen utamanya adalah pelat (platter) yang berfungsi sebagai penyimpan data. Pelat ini adalah suatu cakram padat yang berbentuk bulat datar, kedua sisi permukaannya dilapisi dengan material khusus sehingga memiliki pola-pola magnetis. Pelat ini ditempatkan dalam suatu poros yang disebut spindle. 
Bagian bagian Harddisk 
1. Spindle 
Harddisk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini berputar dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan high quality bearing.
Dahulu harddisk menggunakan ball bearing namun kini harddisk sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing maka gaya friksi dan tingkat kebisingan dapat diminimalisir. Spindle ini yang menentukan putaran harddisk. Semakin cepat putaran rpm harddisk maka semakin cepat transfer datanya. 
2. Cakram Magnetik (Magnetic Disk) 
Pada cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data pada harddisk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan bentuk seperti CD-R. Dalam harddisk terdapat beberapa cakram magnetik. 
Harddisk yang pertama kali dibuat, terdiri dari 50 piringan cakram magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar dengan kecepatan 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran harddisk sudah mencapai 10.000rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps. 
3. Read-write Head 
Read-write Head adalah pengambil data dari cakram magnetik. Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Kini antara head dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur harddisk lebih lama. 
Read-write head terbuat bahan yang terus mengalami perkembangan, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF (Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive) Heads dan sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal Magnetoresistive) Heads. 
4. Enclosure 
Enclosure adalah lapisan luar pembungkus harddisk. Enclosure berfungsi melindungi semua bagian dalam harddisk agar tidak terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat mengakibatkan kerusakan data.
Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat harddisk tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas yang ada didalam harddisk karena proses putaran spindle dan pembacaan Read-write head. 
5. Interfacing Module 
>> Disk ATA / EIDE
Hard disk dengan tipe EIDE (Enhanced Integrated Drive Electronic) atau tipe ATA (Advanced Technology Attachment) adalah standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuai untuk koneksi ke bus, Banyak produsen disk memiliki rentang disk dengan antar muka EIDE / ATA, disk semacam itu dapat dihubungkan langsung ke bus PCI, yang digunakan pada banyak PC (personal computer). Keuntungan drive EIDE / ATA yang signifikan adalah harganya yang cukup murah, karena penggunaannya di pasaran PC. Salah satu kekurangan utamanya adalah diperlukan kontroler terpisah untuk tiap drive jika dua drive digunakan bersamaan untuk meningkatkan performa. Salah satu produsen chip yang terkenal sudah menyertakan kontroler yang memungkinkan disk EIDE / ATA dihubungkan langsung ke motherboard.
>> Disk SCSI, 
banyak disk memiliki antar muka yang didesain untuk koneksi ke bus SCSI standar. Disk tersebut cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai performa yang lebih baik, yang dimungkinkan karena kelebihan bus SCSI daripada bus PCI. Akses yang bersamaan dapat dilakukan ke banyak disk drive karena antar muka drive secara aktif dihubungkan ke bus SCSI hanya pada saat drive tersebut siap untuk transfer data. Hal ini terutama berguna dalam aplikasi dimana terdapat sejumlah besar request untuk file kecil, yang sering terjadi dalam komputer yang digunakan sebagai file server.
>>Disk RAID, 
Menjanjikan performa yang luar biasa dan menyediakan penyimpanan yang besar dan handal. Disk tersebut digunakan baik dalam komputer performa tinggi atau dalam sistem yang memerlukan keandalan yang lebih tingi dari tingkat normal. Akan tetapi, dengan semakin menurunnya harga ke tingkat yang lebih terjangkau, disk tersebut menjadi lebih menarik bahkan untuk sistem komputer dengan ukuran rata – rata.
>> Disk SATA,
Hard disk dengan tipe SATA (Serial Advanced Technology Attachment), yaitu interface disk ATA (Advanced Technology Attachment) dengan versi Serialnya menggunakan kabel tipis yang memiliki total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi serta mengurani latensi. Sehingga bus serial ini mampu melebihi kecepatan bus paralel.
>> SATA ,
Dalam mentransfer data secara berurutan atau serial lewat kabelnya dan juga secara teknik SATA menyusun sendiri disk yang tersambung ke dalam motherboard tanpa adanya sistem master ataupun slave, sehingga kabel SATA hanya dapat digunakan pada satu hard disk. Tipe hard disk yang telah dibahas ini, semuanya masuk dalam kategori internal hard disk, maksudnya yang diinstall di dalam CPU. Selain internal hard disk ada juga eksternal harddisk (hard disk yang berada diluar CPU), jadi bisa dipindah – pindahkan. Eksternal hard disk mempunyai kecepatan rotasi 7200 rpm, pemasangannya sangat mudah, tidak perlu membongkar PC dan hanya dengan menghubungkan port USB ke PC, dan dapat mentransfer data 480 Mbps.

Penjelasa mengenai BIOS (Basic Input Output System)


Pengertian BIOS

“Basic Input Output System” biasanya disebut BIOS adalah tingkatan terendah dari perangkat lunak yang mengkonfigurasi atau memanipulasi perangkat keras dan disebut dengan istilah jumper less Komponen PC yang dapat diseting melalui program BIOS dan komponen PC yang dapat disetting hanyalah konponen pokok saja seperti harddisk, disk drives, mouse, dan keyboard. BIOS terdiri dari 3 komponen yaitu :
1. Setup : Berfungsi mengubah konfigurasi PC contohnya seperti Harddisk, Disk Drive, dll.
2. Driver : Berfungsi sebagai software (driver) perangkat keras sisop contohnya seperti Processor, VGA, dll.
3. Program Boot Straper : Berfungsi untuk melakukan proses booting.
Cara Kerja BIOS
a) Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras yang disebut dengan Power On Self Test atau yang sering disebut dengan POST contohnya : mengecek status harddisk dan diskdrive sebagai primary atau secondary dan master atau slave, mengecek kelengkapan hardware seperti mouse dan keyboard.
b) Memuat dan menjalankan sistem operasi.
c) Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer contohnya seperti tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan computer.
d) Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

Jenis - Jenis BIOS dan Cara Aksesnya
· Ami BIOS => Del
· Award BIOS => Del atau Ctrl + Alt +Esc
· Compaq Bios => F10
· IBM Aptivas => F1
· Microid Research => Esc
· Phoenix BIOS => F2
Konfigurasi BIOS
· Setting Tanggal dan Waktu

   Dalam utama atau sistem setup layar Anda dapat melihat tanggal dan waktu. Dengan menggunakan tombol panah, navigasi ke tanggal dan mengubah tanggal. Setelah disorot pada bulan, hari, atau tahun, Anda tekan tombol panah atau halaman atas atau bawah halaman untuk mengubah tombol tanggal.
· VGA Share
VGA Share memory berfungsi untuk mengatur jumlah memory yang dialokasikan untuk VGA Card Onboard yang diambil dari RAM. Biasanya mulai dr 1MB - 384MB.
· Enable atau disable onboard (I/O)

Fungsi BIOS yang dapat menyalakan atau menonaktifkan komponen motheboard on board yang biasanya berada di back panel seperti USB, VGA on board, Sound on board, dan LAN on on board
Cara setting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu dari BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. 

Menu utama pada BIOS ini adalah :
a) Standard CMOS Features, untuk mensetting tanggal, waktu serta melihat/mengenali hardisk yang terdeteksi, dll.
b) Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.
c) Advanced Chipset Features
d) Integrated Peripherals
e) Power Management Setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana ini sering digunakan untuk overclocking
f) PnP/PCI Configuration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangakat yang terpasang pada port PCI/PnP,misal vga pci ,lancard pci, wirelles port pci, HDMI,dll
g) PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.
h) Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).
i) Load Optimized Defaults, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh bawaan pabrik.
j) Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu mengubah-ubah settingan BIOS
k) Set User Password, 
l) Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.
m) Exit Without Saving , keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.

Cara memposisikan jumper Harddisk (MASTER or Slave)

Cara memposisikan jumper Harddisk (MASTER or Slave)

 Ketika saat Proses Perakitan/ ketika kita ingin menambah kapasitas penyimpanan diperlukan penambahan hardisk berikut cara menambah Hardisk dengan mengatur MASTER/SLAVEnya pada HDD IDE dan SATA

>> Cara Penyetingan Master dan Slave Pada Harddisk ATA
Pada HDD ATA dalam pengaturan Master dan Slave sangat mudah. Hanya dengan mengganti jumper pada HDDnya. Dan keterangan penempatan jumper itu pun selalu ada pada HDDnya. Misalnya seperti gambar disamping ini dan berikut merupakan contoh penyetingan jumper pada HDD ATA untuk menentukan Master dan Slave.



>> Cara Penyetingan Master dan Slave Pada Harddisk SATA
Untuk pengaturan Master dan Slave pada HDD IDE/ATA sangat mudah dalakukan hanya dengan merubah jumper. Sedangkan berbeda dengan kakaknya yaitu SATA, terbilang agak sulit karena tidak ada keterangannya pada HHDnya. Namun sebenarnya lebih mudah SATA apabila kita lebih teliti dalam pemasangan kabel data conector SATA tersebut.

Pada gambar diatas terlihat gambar port SATA pada motherboard. Dari gambar disamping dapat kita lihat terdapt perbedaan warna pada port SATA pada motherboard, dan perbedaan warna inilah yang membedakan antara Master dan Slave. Misalnya port yang berwarna hitam yaitu port 1 dan 2 adalah Master sedangkan port yang berwarna merah yaitu port 3 dan 4 yaitu slave. Keterangan ini tergantung pada tiap-tiap motherboard dan biasanya pada motherboardnya terdapat keterangan mana yang master dan yang slave.

Atau anda Dapat melakukan seperti berikut :
>> Cara 1 untuk setting Dual HDD pada SATA
1. Anda Harus mengetahui secara pasti pada HDD mana OS anda terinstal.
2. Pasang kabel SATA HDD anda yang terinstal OS pada posisi SATA 1, agar anda mudah dan tidak perlu men-setting posisi HDD pada BIOS.
3. Jika sudah terpasang semua anda bisa langsung menggunakannya, namun setelah masuk pada layar destop di tunggu sampai dengan inisialisasi HDD pada HDD yang baru.

>> Cara 2 untuk setting dual HDD pada SATA
1. Teman2 Harus mengetahui secara pasti pada HDD mana OS anda terinstal.
2. Jika pada penyusunan kabel anda tidak urut, anda diharuskan setting HDD anda melalui BIOS, HDD yang terisi OS diharuskan terdapat pada posisi first(utama).
3. Setelah selesai setting BIOS melalui Configurasi HDD, anda bisa menggunakan HDD teman2 setelah inisialisasi HDD yang baru.

>> Cara 1 untuk setting dual HDD pada IDE
1. Sama seperti sebelumnya teman2 Harus mengetahui secara pasti pada HDD mana OS anda terinstal.
2. Pasang Jumper anda pada posisi master untuk HDD yang berisi OS, sedangkan yang satunya lagi anda bisa meletakkan jumper pada posisi slave, atau amannya teman2 bisa melepas jumper tersebut.
3. Nyalakan komputer anda dan lakukan inisialisasi HDD sewaktu startup.

>> Cara 2 untuk setting dual HDD pada IDE
1. Teman2 Harus mengetahui secara pasti pada HDD mana OS anda terinstal.
2. Jika pada penyusunan jumper anda tidak urut, anda diharuskan setting HDD anda melalui BIOS, HDD yang terisi OS diharuskan terdapat pada posisi first(utama).
3. Setelah selesai setting BIOS melalui Configurasi HDD, teman2 bisa menggunakan HDD anda setelah inisialisasi HDD yang baru.

Saturday, December 26, 2015

Cek power Supply PC Dengan Jumper

Power Supply merupakan komponen berupa hardware pada komputer yang berfungsi sebagai alat untuk mensuplai daya listrik ke seluruh komponen yang terdapat pada komputer. Tentunya tanpa Power Supply komputer tidak akan bisa menyala.
Jika anda membeli Power Supply baru, maka anda perlu cek dahulu kondisi Power Supply tersebut, apakah berfungsi atau tidak. Atau jika anda menemui sebuah PC yang tidak mau menyala sama sekali, lalu ketika coba diperiksa dengan membuka casing CPU, dan terlihat kipas pada power supply tidak berputar sama sekali, maka yang pertama anda cek adalah kondisi power supply. Karena bisa jadi penyebab komputer tidak menyala sama sekali ini disebabkan oleh tidak berfungsinya power supply.
Salah satu cara Cek Kondisi Power Supply PC yang akan saya bagikan kali ini adalah Jumper. Cara jumper ini maksudnya adalah menghubungkan langsung bagian kabel plus (+) dengan kabel min (-) pada konektor menggunakan media apa pun yang dapat mengalirkan listrik. Terdapat banyak konektor pada power supply ini, yaitu konektor catu daya dan beberapa konektor yang tersambung pada CD-ROM dan Hardisk untuk mensuplai daya listrik pada perangkat tersebut, dan lain-lain. Dan Cara jumper untuk mengecek kondisi power supply ini dilakukan pada konektor catu daya. Konektor catu daya ini adalah konektor yang tersambung pada motherboard, fungsinya tentu untuk mensuplai daya listrik pada motherboard.
Power supply ini ada beberapa jenis. Pada power supply jenis ATX, konektor catu daya mempunyai 24 pin yang dibagi menjadi 2 bagian. Yang satu memiliki 20 pin, dan yang satu lagi memiliki 4 pin. Sedangkan untuk Cek Kondisi Power Supply ATX PC Dengan Cara Jumper ini dilakukan pada konektor catu daya yang memiliki 20 pin. 

OK, tidak usah panjang lebar lagi, beginilah langkah-langkah Cek Kondisi Power Supply PC Dengan Cara Jumper. Power supply jangan sedang dalam keadaan tersambung pada daya listrik dan perangkat apa pun. 
1. Siapkan sebuah kawat atau tembaga dari kabel bekas atau apa pun media yang bisa mengalirkan listrik, dengan ukuran tebal dan panjang yang secukupnya.
2. Perhatikan gambar di bawah. Masukan atau sambungkan salah satu ujung tembaga pada pin dengan kabel berwarna hijau, atau pin nomor 14.
3. Lalu masukan atau sambungkan ujung tembaga lainya pada salah satu pin dengan kabel berwarna hitam, atau pin nomor 3, 5, 7, 13, 15, 16 atau 17. Sehingga contoh hasilnya akan seperti berikut ini.
4. Terakhir, sambungkan power supply dengan sumber listrik dengan konektor yang telah disediakan.
Jika kipas pada power supply berputar, maka power supply masih berfungsi, tapi tidak dijamin masih dalam keadaan yang baik 100%. Namun jika kipas pada power supply tidak berputar sama sekali, maka dapat dipastikan power supply tersebut sudah tidak layak pakai lagi. Mungkin masih bisa diperbaiki, namun jika setelah Cek Kondisi Power Supply PC Dengan Cara Jumper keadaanya sudah seperti demikian, power supply tersebut sebaiknya diganti dengan yang baru.

Monday, September 7, 2015

Penjelasan Lengkap Mengenai Sistem Input Output I/O


I/O System merupakan bagian untuk menangani input-an dan output-an dari DCS. Inputan dan outputan tersebut bisa analog atau digital. Inputan/outputan digital seperti sinyal-sinyal ON/OFF atau Start/Stop. Kebanyakan dari pengukuran proses dan outputan terkontrol merupakan jenis analog.

Pengertian Input
Input adalah semua data dan perintah yang dimasukkan ke dalam memori komputer untuk selanjutnya diproses lebih lanjut oleh prosesor. Sebuah perangkat input adalah komponen piranti keras yang memungkinkan user atau pengguna memasukkan data ke dalam komputer, atau bisa juga disebut sebagai unit luar yang digunakan untuk memasukkan data dari luar ke dalam mikroprosesor.

Pengertian Output
Output adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang dapat digunakan. Artinya komputer memproses data-data yang diinputkan menjadi sebuah informasi. Yang disebut sebagai perangkat output adalah semua komponen piranti keras yang menyampaikan informasi kepada orang-orang yang menggunakannya.

TEKNIK INPUT OUTPUT
Perangkat I/O membantu kita berinteraksi dengan komputer agar dapat memberi dan menerima data, program dan hasil, ke / dari komputer. Setiap perangkat I/O memiliki I/O driver yang merupakan sekumpulan program I/O untuk berbagai operasi pada perangkat I/O yang spesifik. I/O driver dari semua perangkat I/O dikenal dengan BIOS.
METODE TRANSFER DATA PERANGKAT I/O
Metode transfer data perangkat input/output terdapat dua macam yaitu, metode software dan metode hardware. Pada metode software, tugas-tugas mengenai operasi input/output dibuat ke dalam suatu program yang dijalankan oleh CPU. Sehingga CPU tidak terbebani secara total dalam operasi I/O. Pada metode hardware, program memberikan tanggungjawab pelaksanaan operasi I/O ke unit hardware lain yang disebut DMA Controller.
Pada gambar di atas, ditunjukkan ada 2 (dua) langkah dalam metode software : Langkah 1a : Baca byte data dari perangkat input ke CPU Langkah 1b : Pindahkan byte data dari CPU ke lokasi memori PROGRAMMED I/O MODE Adalah metode transfer data I/O yang dilakukan oleh software secara stretch (dari awal byte pertama sampai dengan akhir byte terakhir). Pada Programmed I/O Mode, program I/O melakukan 4 (empat) aktifitas untuk setiap byte data yang ditransfer, yaitu :
  1. Pembacaan status perangkat periferal
  2. Menganalisa apakah perangkat siap untuk transfer data atau tidak
  3. Jika perangkat siap, ke langkah 4 untuk mentransfer data. Jika perangkat tidak siap, maka ke langkah 1 untuk looping (mengulangi) sampai perangkat siap untuk mentransfer data.
  4. Melakukan transter data dalam 2 (dua) langkah.

 Untuk operasi INPUT, 2 (dua) langkah berikut dilakukan :
  1. Pembacaan data dari perangkat input ke CPU
  2. Penyimpanan data dalam suatu lokasi di memori

Untuk operasi OUTPUT, 2 (dua) langkah berikut dilakukan :
  1. Pembacaan data dari memori ke CPU
  2. Menyampaikan data ke perangkat Output

Kekurangan Programmed I/O Mode, yaitu pada kecepatan transfer data yang bergantung pada jumlah atau berapa kali looping dari langkah 1 ke langkah 3 diulangi, yang pada akhirnya juga tergantung pada kecepatan perangkat periferal tersebut. Jika perangkat lambat, maka program I/O akan memerlukan waktu yang lama untuk melakukan looping pada tiga langkah tersebut. Sehingga banyak waktu CPU yang terbuang untuk menunggu.

INTERRUPT MODE
Pada Programmed I/O Mode, status perangkat dipantau oleh program I/O. Namun pada Interrupt Mode, program I/O tidak menunggu sampai perangkat siap. Terdapat hardware pengontrol perangkat yang secara terus-menerus memantau status perangkat I/O. Ketika periferal I/O siap, hardware pengontrol perangkat langsung memberikan informasi ke CPU (interupsi) bahwa periferal I/O siap transfer data. Pada Interrupt Mode, CPU melakukan transfer data tapi tidak terlibat dalam pengecekan apakah perangkat siap atai tidak. Dengan kata lain, langkah 1 sampai dengan langkah 3 pada programmed I/O mode diserahkan ke hardware pengontrol perangkat. Pada metode ini diperlukan sirkuit hardware tambahan untuk hardware pengontrol perangkat.

 DMA MODE
DMA Mode memungkinkan periferal I/O melakukan transfer langsung ke/dari memori. Pada DMA Mode, operasi yang berhubungan dengan transfer byte data dilakukan oleh pengontrol DMA yang merupakan unit hardware tersendiri. Pengontrol DMA dapat mengakses memori untuk operasi pembacaan atau penulisan tanpa bantuan CPU. Pengontrol perangkat akan meminta pengontrol DMA bahwa satu byte data akan ditransfer antara memori dan pengontrol perangkat, sebagai pengganti interupsi ke CPU. Parameter-parameter DMA berikut disediakan oleh software ke pengontrol DMA:
  1. Alamat awal Memori
  2. Jumlah byte
  3. Arah : input atau output

MODUL INPUT OUTPUT
Bagaimana modul I/O dapat menjalankan tugasnya, yaitu menjembatani CPU dan memori dengan dunia luar merupakan hal yang terpenting untuk kita ketahui. Inti mempelajari sistem I/O suatu komputer adalah mengetahui fungsi dan struktur modul I/O. Perhatikan gambar dibawah yang menyajikan model generik modul I/O.
Model generik dari suatu modul I/O
Fungsi Modul I/O
Modul I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register-register CPU.Dalam mewujudkan hal ini, diperlukan antarmuka internal dengan komputer (CPU dan memori utama) dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk menjalankan fungsi-fungsi pengontrolan. Fungsi dalam menjalankan tugas bagi modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu:
  1. Kontrol dan pewaktuan.
  2. Komunikasi CPU.
  3. Komunikasi perangkat eksternal.
  4. Pem-buffer-an data.
  5. Deteksi kesalahan.

 Fungsi kontrol dan pewaktuan (control & timing) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja masing-masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer komunikasi data yang beragam, baik dengan perangkat internal seperti register-register, memori utama, memori sekunder, perangkat peripheral. Proses tersebut bisa berjalan apabila ada fungsi kontrol dan pewaktuan yang mengatur sistem secara keseluruhan. Contoh control pemindahan data dari peripheral ke CPU melalui sebuah modul I/O dapat meliputi langkah-langkah berikut ini :
  1. Permintaan dan pemeriksaan status perangkat dari CPU ke modul I/O.
  2. Modul I/O memberi jawaban atas permintaan CPU.
  3. Apabila perangkat eksternal telah siap untuk transfer data, maka CPU akanmengirimkan perintah ke modul I/O.
  4. Modul I/O akan menerima paket data dengan panjang tertentu dari peripheral.
  5. Selanjutnya data dikirim ke CPU setelah diadakan sinkronisasi panjang data dankecepatan transfer oleh modul I/O sehingga paket-paket data dapat diterima CPUdengan baik.

 Transfer data tidak akan lepas dari penggunaan sistem bus, maka interaksi CPU danmodul I/O akan melibatkan kontrol dan pewaktuan sebuah arbitrasi bus atau lebih.Adapun fungsi komunikasi antara CPU dan modul I/O meliputi proses-proses berikut :
  1. Command Decoding, yaitu modul I/O menerima perintah-perintah dari CPU yangdikirimkan sebagai sinyal bagi bus kontrol. Misalnya, sebuah modul I/O untuk diskdapat menerima perintah: Read sector, Scan record ID, Format disk.
  2. Data, pertukaran data antara CPU dan modul I/O melalui bus data.
  3. Status Reporting, yaitu pelaporan kondisi status modul I/O maupun perangkatperipheral, umumnya berupa status kondisi Busyatau Ready. Juga status bermacam-macam kondisi kesalahan (error).
  4. Address Recognition, bahwa peralatan atau komponen penyusun komputer dapatdihubungi atau dipanggil maka harus memiliki alamat yang unik, begitu pula padaperangkat peripheral, sehingga setiap modul I/O harus mengetahui alamat peripheralyang dikontrolnya.

Pada sisi modul I/O ke perangkat peripheral juga terdapat komunikasi yang meliputikomunikasi data, kontrol maupun status.Perhatikan gambar dibawah berikut.
Skema suatu perangkat peripheral
Fungsi selanjutnya adalah buffering. Tujuan utama buffering adalah mendapatkanpenyesuaian data sehubungan perbedaan laju transfer data dari perangkat peripheral dengankecepatan pengolahan pada CPU. Umumnya laju transfer data dari perangkat peripheral lebihlambat dari kecepatan CPU maupun media penyimpan. Fungsi terakhir adalah deteksi kesalahan. Apabila pada perangkat peripheral terdapatmasalah sehingga proses tidak dapat dijalankan, maka modul I/O akan melaporkan kesalahantersebut. Misal informasi kesalahan pada peripheral printer seperti: kertas tergulung, tinta habis, kertas habis, dan lain-lain. Teknik yang umum untuk deteksi kesalahan adalah penggunaan bitparitas.

Struktur Modul I/O
Terdapat berbagai macam modul I/O seiring perkembangan komputer itu sendiri,contoh yang sederhana dan fleksibel adalah Intel 8255A yang sering disebut PPI(Programmable Peripheral Interface).Bagaimanapun kompleksitas suatu modul I/O,terdapat kemiripan struktur, seperti terlihat pada gambar
Blok diagram struktur modul I/O Antarmuka modul I/O ke CPU melalui bus sistem komputer terdapat tiga saluran, yaitu saluran data, saluran alamat dan saluran kontrol. Bagian terpenting adalah blok logika I/O yang berhubungan dengan semua peralatan antarmuka peripheral, terdapat fungsi pengaturan dan switching pada blok ini.

Pengertian Register Dan Cache

1. Register
Register pada prosesor dalam arsitektur komputer adalah sejumlah kecil memori komputer yang bekerja dengan kecepatan sangat tinggi yang digunakan untuk melakukan eksekusi terhadap program-program komputer dengan menyediakan akses yang sangat cepat terhadap nilai-nilai yang umum digunakan. Nilai-nilai yang umum digunakan adalah nilai yang sedang dieksekusi dalam waktu tertentu.
Register prosesor berdiri pada tingkat tertinggi dalam hierarki memori: ini berarti bahwa:

·         kecepatannya adalah yang paling cepat
·         kapasitasnya adalah paling kecil; dan
·         harga tiap bitnya adalah paling tinggi.

Register juga digunakan sebagai cara yang paling cepat dalam sistem komputer untuk melakukan manipulasi data. Register umumnya diukur dengan satuan bit yang dapat ditampung olehnya, seperti "register 8-bit", "register 16-bit", "register 32-bit", atau "register 64-bit" dan lain-lain. Istilah register saat ini dapat merujuk kepada kumpulan register yang dapat diindeks secara langsung untuk melakukan input/output terhadap sebuah instruksi yang didefinisikan oleh set instruksi. untuk istilah ini, digunakanlah kata "Register Arsitektur". Sebagai contoh set instruksi Intel x86 mendefinisikan sekumpulan delapan buah register dengan ukuran 32-bit, tapi CPU yang mengimplementasikan set instruksi x86 dapat mengandung lebih dari delapan register 32-bit.

 2. Cache
 Cache dalam teknologi informasi merupakan mekanisme penyimpanan data sekunder berkecepatan tinggi yang digunakan untuk menyimpan data / instruksi yang sering diakses. Memori cache dimaksudkan untuk memberi kecepatan memori yang mendekati memori yang paling cepat yang bisa diperoleh, dan pada waktu yang sama menyediakan kapasitas memori yang besar dengan harga yang lebih murah dari jenis-jenis memori semikonduktor.

Cache berasal dari kata cash. Dari istilah tersebut cache adalah tempat menyembunyikan atau tempat menyimpan sementara. Sesuai definisi tersebut cache memori adalah tempat menyimpan data sementara. Cara ini dimaksudkan untuk meningkatkan transfer data dengan menyimpan data yang pernah diakses pada cache tersebut, sehingga apabila ada data yang ingin diakses adalah data yang sama maka maka akses akan dapat dilakukan lebih cepat.Cache memori ini adalah memori tipe SDRAM yang memiliki kapasitas terbatas namun memiliki kecepatan yang sangat tinggi dan harga yang lebih mahal dari memori utama. Cache memori ini terletak antara register dan RAM (memori utama) sehingga pemrosesan data tidak langsung mengacu pada memori utama

Berbaga macam power supply untuk kompute

Power supply merupakan sebuah perangkat keras yang fungsinya untuk menyalurkan dan membagi tegangan listrik secara langsung kepada perangkat keras lain yang terpasang pada komputer  seperti motherboard, hardisk, dvd room, USB, dsb. Pokoknya perangkat yang membutuhkan tegangan listrik.
Fungsi power supply adalah mengubah arus listrik bolak –balik (AC) dari PLN menjadi arus searah (DC) kemudian disalurkan ke komponen. Fungsi lainnya dimiliki oleh power supply  adalah sebagai stabilizer atau penstabil aliran arus listrik. Ada 4 jenis fungsi, berkaitan dengan kestabilan arus listrik pada kompter, yaitu

1.       Over Voltage Protection/OVP (melindungi PSU dari tegangan berlebihan),
2.       Over Current Protection/OCP (mencegah kerusakan akibat keluar masuknya arus listrik yang tinggi),
3.       Over Temperature Protection/OTP, dan
4.       Short Sircuit Protection/SSP. 

kebanyakan masih sedikit yg tahu betapa vitalnya keberadaan PSU ini. Akibatnya, ratarata umur komputr pribadi (personal computer/PC) di Indonesia terbilang pendek/singkat hanya karena salah memilih PSU. Dilihat dari pengertian serta funsinya maka tak salah kalau device ini disebut sebagai jantungnya komputer. Maka jangan salah memilih PSU pada saat akan membuat komputer rakitan.
saat ini ada 3 jenis power supply yang ber edar di pasaran yaitu AT, ATX dan BTX. Berikut pembabarannya:

1. Power Supply Komputer Model AT
AT singkatan dari Advanced Technology. PSU ini tergolong jenis jadul dan hampir tidak atau jarang digunakan untuk zaman sekarang. Mempunyai 12pin konektor disebut dengan AT konektor daya. PSU AT digunakan pada komputer PentiumI, Pentium MMX, Pentium II dan Pentium III.
Ciri-ciri PSU AT:
·      Kabel daya untuk motherboard terdiri 8 - 12 pin
·      Tombol ON/OFF bersifat manual
·      Daya rata-rata dibawah 250 watt
·     Ketika shutdown, PC tidak otomatis mati tetapi masih harus menekan tombol untuk menghidupkan di casing



2. Power Supply Komputer Model ATX
ATX singkatan dari Advanced Technology eXtended. Dilengkapi dengan konektor yg memiliki 20pin, disebut konektor power ATX. PSU ATX digunakan pada komputer dengan CPU Pentium III, Pentium IV dan CPU AMD.
Ciri-ciri PSU ATX:
·      Kabel power untuk motherboard terdiri dari 20 pin (kadang +4 pin lagi)
·      Ketika shutdown PC akan otomatis mati
·      Daya lebih besar

gambar di atas menunjukkan 20 pin murni

gambar di atas menunnjukkan 24 pin (20+4pin) Model ATX dan BTX

gambar di atas menunjukkan 20pin + 4pin (sama dengan gambar sebelumnya) model ATX dan BTX

jadi, untuk yang murni 20 pin hnaya bisa di gunakan untuk mother board model lama saja, kalo yang model 20 +4 lebih fleksibel karena bisa di pake di mother boar model lama dan yang modrl baru. tinggal cabut ke 4pin nya.

3. Power Supply Komputer Model BTX
BTX singkatan dari Balanced Technology eXtended. Mempunyai 24 pin konektor, disebut dengan konektor pwer BTX.konektor tipe ini adalh seri perbaikan dari model powersupply sebelumnya yaitu model ATX.
Model BTX dilengkapi juga dengan konektor pwer SATA 15 pin. BTX digunakan pada komputer Dual core,core2duo, Quad core, i3, i5, i7 CPU dan AMD model terbaru.  BTX adalah jenis power supply paling banyak digunakan saat ini. Yang membedakannya dengan PSU AT adalah cara pemasngan kabel pwer ke motherboard yang lebih mudah dan praktis. Tidak perlu khawatir akan terbalik, karena jenis konektor pada kabel sudah disesuaikan dengan jenis slot yg ada pada motherboard.
Ciri-ciri PSU BTX:

·      Kabel pwer untuk motherboard terdiri dari 24 pin sama dengan ATX,
·       Ketika shutdown PC akan otomatis mati
·      Terdapat tambahan power untuk SATA
·      Daya lebih besar dan model variatif, dari yang 500Watt hingga 1000Watt
·      Efisiensi Daya lebih baik
·      kemanan lebih baik


demikian beberapa jenis Power Supply Komputer yang perlu Anda ketahui. Jadi jangan salah pakai, sesuaikan jenis dan PC Anda. Perlu untuk mengetahui seberapa besar Watt PSU yang dibutuhkan untuk CPU Anda. Dan bila hendak membeli power supply perlu ditannyakan Real Powernya, karena terkadang Watt yang tertulis dengan kenyataannya tidak sesuai atau ternyata lebih kecil dari yang tertera. 

Sunday, August 23, 2015

Mengenai RAM atau Random access memory

Random access memory atau RAM (Memori akses acak) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik atau pita magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.
.
Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan ROM (read-only-memory), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM

Memori RAM menyimpan data komputer yang bersifat sementara. Struktur RAM dibagi menjadi 4 bagian, antaralain:
  1. Input storage,berfungsi untuk menampung input atau masukan yang dimasukkan dari alat input.
  2. Program Storage, bagian dari RAM yang berfungsi sebagai penyimpan intruksi program yang akan diakses.
  3. Working Storage, merupakan bagian dari memori yang bertugas menyimpan data yang akan diolah dan hasil pengolahan.
  4. Output Storage, berfungsi untuk menampung hasil akhir dari data yang akan di tapilkan ke perangkat output.

Pada saat ini RAM telah mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan perkembangan spesifik computer atas kebutuhan kerja multi tasking, mulai dari bentuk, model dan kapasitas dari RAM itu sendiri. RAM merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk komputer karena kapasitas dari RAM sangat berpengaruh pada kecepatan akses komputer, jadi semakin besar kapasitas RAM maka semakin cepat pula kecepatan akses komputer tersebut. Berikut adalah perkembangan RAM sampai saat ini:
  1. Pertama kali dikenal pada tahun 1960'an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM.
  2. SDRAM (mempunyai jumlah pin 168 dan terdapat 2 celah dibagian kakinya yang digunakan untuk komputer Pentium I sampai Pentium 4 model lama. RAM jenis ini sudah sangat ditemui lagi karena sudah diganti dengan model RAM yang baru)
  3. Ranbus RAM (RAM yang digunakan untuk komputer pentium IVyang sudah memiliki fasilitas 2 chanel)
  4. Sybclink DRAM( RAM yang mempunyai bandwidth maximum 1600 MB/sec dan mempunyai kecepatan 200 MHz.)
  5. DDR dan DDR 2 RAM ( RAm yang mempunyai jumlah pin 183 dan hanya terdapat satu celah pada bagian kakinya dan mempunyai kecepatan transfer 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan SDRAM.)
  6. DDR 3 RAM (RAM generasi terbaru setelah DDR 2 yang memiliki kecepatan lebih dibandingkan dengan jenis DDR sebelumnya.)

Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat memasang RAM:
  • Pastikan antara RAM dengan slotnya pada motherboard sesuai.
  • Hati-hati saat memasang RAM pada slot RAM, apalagi jenis SDRAM karena jika terjadi kesalahan atau terbalik pada saat pemasangan, RAM bisa patah.
  • Jangan lupa buka pengunci RAM sebelum memasang RAM pada slot RAM
  • Setelah RAM terpasang jangan lupa kunci RAM dengan pengunci RAM.
  • hati-hati pula ketika melepas, perhatikan penguncinya, jangan asal tarik.


Sunday, August 16, 2015

Tentang processor 32 bit dan 64 bit

Apa yang dimaksud dengan 32 bit atau  64 bit sebenarnya mengacu pada pcessor arcitecture nya yaitu kemampuan processor dalam pemrosesan data. Kata bit itu sebenarnya kepanjangan dari binari digit atau digit binner. Digit binner adalah digit yang dikenal oleh mesin komputer yaitu 1 dan 0 atau bisa di katakan 1 berarti on atau menyala dan 0 berarti off atau padam pada sebuah saklar. Dalam  8 buat bit mengacu paada 1 byte. Perhatikan beda istilah bit dan byte.

Processor 32 bit berarti processor tersebut memiliki pengelolaan data selebar 32 bit, begitu pula yang 64 bit. pengaruh dari bedanya besaran tersebut kemampuan dalam pemrosesan data. Untuk 32 bit angka yang dapat diolah adalah sebesar 2^32 atau antara 0 hingga 4.294.967.295 lalu untuk processor yang 64 bit angka yang dapat di olah adalah 2^64 atau antara 0 hingga 18.446.744.073.709.551.615. Akan tetapi sampai disini kita tidakdapat menarik kesimpulan tentang perbedaan bit pada processor hanya berdasarkan jumlah-jumlah tersebut. Dan yang membedakan antara keduanya juga bukan hanya hal tersebut.





Pengaruh yang signifikan ialah pada register. Register merupakan unit penyimpanan data terkecil di dalam CPU. Register pada sebuah processor berdiri pada tingkst tertinggi dalam hierarki memori, yang artinyakeceparan aksesnya yang paling cepat (dibandingkan pada RAM, Cache maupun HDD) meskipun kapasitasnya paling kecil. Pada CPU, register terdiri dari beberapa macam, misalkan sebagai berikut :
  • Register data > untuk menyimpan bilangan bulat.
  • Register alamat atau address > untukmenyimpan alamat memori atau untuk mengakses alamat di memmori RAM.
  • Register general purpose > untuk menyimpan angka dan alamat memori.
  • Register floating point > digunakan untuk menyimpan bilangan pecahan.
  • Register konstanta > merupakan register yang read only, untuk menyimpan nilai nilai yang pasti, seperti phi, null, thrue.
  • Register vector > untuk menyimpan data internal processor.
  • Register special purpose > fungsi sama dengan register vector yaitu untuk menyimpan data internal processor

Salah satu dari kegunaan register adalah Saat processor memerlukan untuk melakukan operasi aritmatika. Nilai-nilai yang hendak di proses akan disimpan terlebih dahulu pada register (misalnya pada register data atau register general purpose), demikian jugadari hasil operasi tersebut,akan diletakkan pada register. Register pada processor 64 bit tentu akan menghasilkan presisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan processor 32 bit, terutama untuk bilangan pecahan atau yang memiliki angka di belakang koma.

Pengaruh lainya adalah pada pengalamatan  (addressing). Salah satu register untuk penunjuk pada alamat tertentu di dalam memmori adalah register alamat. Pada arsitektur32 bit, alamt memori yang dapat ditunjuk ialah sebesar 2^32 alamat yang unik (yaitu 4GB). Sehingga prosesor ini hanya dapat mengacu pada RAM dengan maksimal kapasitas 4GB saja, meskipun memori RAM yang terpasang melebihi kapsitas tersebut tetap saja yang terbaca hanya maksimal 4GB. Jadi penambahan memori diatas 4GB menjadi tidak berguna pada processor 32 bit.

Untuk processor 64 bit, pengelolaan memorinya dapat dilakukan hingga 2^64 atau 16 Eksa Byte (lebih dari 16 milyar GB). Namun secara physical memori maksimum kapasitas adalah 4TB, ini pada OS Windows Server.